Generasi dan Jenis Bahasa Pemrograman

 

Untuk mengerti bahasa pemrograman, kita perlu tahu apa itu “program”. Program adalah kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman sehingga dapat dieksekusi oleh computer. Program dibuat dengan tujuan untuk mempermudah user dalam memberikan instruksi/ perintah ke computer. (neni_rid.staff.gunadarma.ac.id)

Nah… untuk membuat program, diperlukan suatu bahasa pemrograman. Bahasa Pemrograman merupakan prosedur/tata cara penulisan program. Fungsinya adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami, serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan komputer. (neni_rid.staff.gunadarma.ac.id)Generasi bahasa pemrograman
Dari awal munculnya hingga sekarang, bahasa pemrograman terusmengalami perkembangan hingga mencapai lima level atau generasi, mulai dari level rendah hingga level tinggi. Adanya lima generasi ini disebabkan karena programmer terus berusaha sedikit demi sedikit mengadopsi generasi bahasa berikutnya untuk keperluan yang terus berkembang pula.

Generasi I : machine language
Generasi II : assembly language : Asssembler
Generasi III : high-level programming language: C, PASCAL, dsb.
Generasi IV : 4 GL (fourth-generation language): Prolog, SQL, Visual tool, dsb

Jenis bahasa pemrograman berdasarkan metodanya
Pemrograman Terstruktur adalah pembuatan program yang terdiri dari kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat menggunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah.

Pemrograman beorientasi objek merupakan bahasa pemrograman yang mampu memanfaatkan objek-objek yang tersedia atau membuat suatu objek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman. Relative lebih fleksibel dan mudah diadaptasikan terhadap perubahan suatu program.

Pemrograman visual menggunakan bahasa visual yang memakai ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman. Bahasa ini bukan hanya dipakai oleh komputer, malah lebih tua dari komputer, misalnya Hieroglyphs (bahasa Mesir kuno). Bahasa ini kemudian diterapkan pada komputer dengan anggapan bahwa komputer dulu tida bisa melakukan apa-apa.

Pemrograman tidak terstruktur : Basica, Fortran, …
Pemrograman terstruktur : Pascal, C/C++, …
Pemrograman berorientasi objek : C++, SmallTalks, Java
Pemrograman visual : VB, Delphi, …

Jenis bahasa pemrograman berdasarkan bentuk (corak kode) nya
Pemrograman prosedural mempunyai dua elemen dalam programnya, yaiatu data dan intruksi. Data adalah hal yang akan dimanipulasi oleh intruksi yang tersedia. Instruksinya pun disusun secara prosedur, dan mungkin juga memiliki percabangan (kondisi jika… maka…).

Pemrograman fungsional adalah pemrograman dengan bahasa dimana ekspresi disusun atas fungsi panggilan (bukan pernyataan). Fungsi adalah perintah-perintah yang terkumpul menjadi satu dan dapat menghasilkan suatu nilai. Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika. Isi dari Program fungsional tidak mengandung pernyataan perintah.

Prmrograman deklaratif mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada memecahkan masalah dengan implementasi algoritma (lowblogid.blogspot.com).

Pemrograman prosedural : Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan C
Pemrograman fungsional : Scheme, ML, Haskell
Pemrograman deklaratif : Prolog
Pemrograman berorientasi objek : Java
Pemrograman prosedural sekaligus berorientasi objek : C++

Jenis bahasa pemrograman berdasarkan tujuan (hasil)
Pemrograman stand-alone
Pemrograman client/server
Pemrograman web : HTML, Script
Pemrograman jaringan

Jenis bahasa pemrograman berdasarkan cara penterjemahan
Interpreter : Basica, Foxpro, Matlab,…
Compiler : Turbo Basic, Pascal, C/C++, …

Beda antara interpreter dan compiler adalah, Interpreter menerjemahkan instruksi per instruksi, oleh karena itu proses penerjemahannya lebih cepat dari pada compiler. Program tidak perlu ditulis secara lengkap. Bila terjadi kesalahan, maka dapat langsung dibetulkan secara interaktif.

Sedangkan compiler akan menerjemahkan program yang telah ditulis lengkap secara keseluruhan. Jika terjadi kesalahan, maka kita harus membenarkan program terlebih dahulu bari proses kompilasi akan diulang kembali. Kompiler juga akan menghasilkan objek program, atau executable program yang bisa dijalankan pari prompt sistem.

ilustrasi: stevemooradian.com
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: